my poem
May 30th, 2006 by amy-effendijika mendung berkata lain
terhadap apa yang dikatakan embun
tak ingin ku memeandang
hanya pada cahaya yg terang
bukan pada matahari kutitipkan harapan
tapi pada hatimu
yang bisa menuntunku
pada semua arah jalan yang tercipta
kini hatiku sedang kau bawa
menyusuri gelapnya arah
untuk menguji satu rasa
melepaskan jalinan cinta
aku peminta?
kata Tuhan aku boleh meminta karena dia maha pemberi
tapi aku tak ingin jadi seorang peminta karena ku tahu dia akan memberi yg pantas aku terima
tapi benarkah aku bisa menjadi bukan peminta karena saat ini saja aku sedang meminta untuk tak jd peminta?
HARI INI
adalah cintamu dihari ini
yang tak perlu kunanti
tak juga pernah kulewati
hanya hrs ku nikmati
adalah hatimu di hari ini
yang tak ingin ku cari
tak jg kupernah kusesali
hny hrs kusyukuri
adalah senyummu di hari ini
yang mengukir cinta di hati
tuk berbagi kasih yang suci
hari nin saja cukup hari ini
Untuk Kita
buat mu buat ku buatnya
dalam peleburan kawah kehidupan
bias berkas magma cinta
mengalir penuhi lereng jiwa
buatnya, buatku, buatnu
terhempas awan panas persaingan
retakkan tanah ladang hati
mengeringkan ruhus - humus kasih
buatku,buatmu, bautnya
jiwamelemah
hati membeku
kasih membisu
aku dan kamu
Doa ku adalah cinta mu
sedihku adalah belaian mu
senang ku adalah dekapan mu
jiwa raga ku untuk mu
Tetaplah bersama ku
Jangan pernah lepaskan tatapan mu
kebersamaan kita adalah surga ku
Perlakukan aku sesuka Mu
biar segala warna hidup, ku alami
dan ku fahami hadirmu untuk ku
sampai kisah kita abadi
Maya
Kau yang di sana
ku kenal tanpa nama
hanya kata penghubung kita
ku yang di sini
merasa dgn sapa mu
terbang terbawa khayalan
tiada peduli bualan
ah lucunya kisah kita
serasa cinta telah menyapa
walau belum saling jumpa
Pudar
Kau hancurkan bingkai kita
serpihan hitam penuhi aura
mencoreng wajah mengores luka mencercah nama
Jangan bicara cinta
jika hanya amarah yang kita punya
sudahi lah semua…
Tunggu saja nanti
Kuingin kau tahu
betapa ku tlah menyimpan rasa
bukan ku tak ingin kita bersama
ku tak bisa balas cinta mu dengan sempurna
perccaya lah sayang
bila memang kita sebuah jiwa
waktu kan membawa kita
bersama arungi samudra rasa
ku selalu yakinkan diri
bahwa janjimu bukanlah mimpi
menunggu apa trjadi nnti
Dalam Genangan Air mata
sesaat aku memandangmu
dari genangan air di mata ku
terbayang sebuah perjalanan
panjang…yang akan kau tempuh
kini di sini kembali ada
genangan air di mataku
memandang mu berlari menujuku
yang tak pernah tiba di pelukku
namun slalu aku merasa
aura kasih tulus meliputi kita
hingga akhirnya butiran airmataku
jatuh juga membasahi raga tak bernyawa